Assalaamu'alaikum
Salam sejahtera bagi kita semua...
Salam hormat kepoada yang terhormat Paduka Yang Mulia..
Ketahuilah “Tatanan Penggelaran Keyakinan dan Kepercayaan Sudah Tidak Akan Diturunkan Kembali OlehNya” akan tetapi “Tidak ada Penjelasan dan Keterangan Dalam Kitab Yang Terang Akan Berakhirnya Pengutusan dari Seorang Rosul Di tengah-tengah Umat Manusia“, inilah janji yang tergelar akan bangkitnya suatu kaum dari tanah Atlantik yang akan menyatukan seluruh umat di jagat raya ini yang dipimpin oleh seorang Raja bagi waliulloh yang bergelar “Kanjeng Sulton Kholifatul Habdullrohman Kertopati Cokroningrat Putronegoro”. Inilah wujud yang nyata. Ini akan datangnya kembali “Shang Hyang Manik Maya “yang bermahkotakan “Sabdo Ismoyo Jati “untuk membimbing manusia yang menempati bumi Nuswantoro kembali kepada tatanan awal wujud yang nyata sesuai dengan tata cara kehidupan manusia, sebagai pondasi awal pembangunan kembali “Tanah Atlantik” yang akan menyatukan umat sejagat raya ini.
Ketahuilah hal ini tidak menjadi dasar untuk diyakini ataupun dipercayai, karena tidak ada peruntungan olehnya akan semua itu. Dan tidak ada lagi penentangan akan kemunculannya walaupun dengan “Wujud Berhala Manusia” berbentuk “Uang” maupun “Harta Dunia”. Maka ketahuilah wujud berhala ini akan hancur lebur bersama rasa malu dan tunduk kepadanya, karena baginya semua itu hanyalah sampah yang tak berarti dan tak satupun manusia dijagat raya ini yang dapat menyaingi harta dunianya, yang terjaga abadi oleh “Empat Shang Hyang” penguasa jagat alam semesta ini atas restu dari Allohlah semua ini terjaga bahkan tak tersentuh sedikitpun oleh tangan manusia dan jin manapun juga, baik menggunakan alat tercanggihnya maupun pusaka ampuh manapun juga, karena semua ini adalah milikNya yang tergambar jelas dalam kitab yang nyata didalam surat “Al-Anfal”. Dengan apalagi penentangan akan kedatangannya???, dengan “Hujan Nuklir dan Pusaka Ampuh Sekaligus” tak mampu menghancurkan tubuh sucinya. Ketahuilah tidak ada satu tindakan apapun yang dapat menghentikan langkahnya untuk mengembalikan “Tatanan Awal Bumi Nuswantoro” yang sejati dan memberikan penjelasan yang terang akan perbedaan ini, semua ini akibat ulah pikiran manusia yang membuat ajaran-ajaranNya terpecah menjadi beberapa golongan. Panjang bukit sinai akan tampak dalam kemunculan “Tanah Atlantik”, dan “Piramid-piramid Berbentuk Segi Tiga Terukir Pahatan Rapih Penuh Makna Akan Kembali Muncul Kepermukaan“, disertakan “Tulisan-tulisan Yang Berisi Sastra Tinggi sebagai bukti dari Kehidupan manusia tanah Atlantik yang mempunyai Kebudayaan Tertinggi dari Manusia di jagat alam Semesta ini”. Ketahuilah Atlantik akan jelas terlihat kemunculannya karena “Di tanah inilah Bersemayam kotak hitam bernama Tabut sebagai bukti Penjelasan paham Yahudi terhadap Talmud” dan memberikan gambaran-gambaran tanda kebesaranNya di setiap tubuh jasat raga ini atas dasar “Ajaran Tabhrani”. Semua ini akan menjadi bukti nyata untuk pulau hilang bernama“Atlantik”. Disaat manusia berada pada tingkatan krisis kepercayaan pernyataan kesesatan dengan mudahnya terlontar, bahkan keterangan ini dapat dikatakan “Seda Gurau Belaka” hingga “Kata Khayalan” selalu menyertai dalam makna perjalan penggelaran awan terang kabut cahya. Maknailah ini yang pada dasar asal muasal penciptaan manusia tertakdirkan menjadi pemimpin terhadap maklukNya, akan tetapi wujud Iblislah yang menentang akan penciptaan manusia menjadi pemimpin atas maklukNya yang padahal jelas yang menyatakan kebenaran itu langsung dari Alloh Tuhan Semesta Alam, inilah menjadi “Hukum Perkataan” dalam kehidupan jagat raya ini sesuatu kebenaran pastinya ada pertentangan dan pentelaah, akan tetapi jikalau kebenaran itu telah menjadi bukti akan kenyataan barulah belakangan pernyataan keimanan dan ketaqwaan sebagai penumbuh rasa keyakinan dan kepercayaan itu muncul. Inilah sudah menjadi dasar dari pengutusan Utusan sebelumnya yang pada akhirnya umatnya berpegang teguh pada ajarannya, kenapa pada akhirnya timbul pengkultusan dan kefanatikan bahwa ajaran keterang dari RosulNya adalah kebenaran yang paling terang.
Ketahuilah turunnya seorang “Utusan di tanah Atlantik” ini sama sekali tidak membutuhkan kepercayaan dan keyakinan dari umat manusia manapun juga, karena pada dasarnya semua itu hanyalah sia-sia belaka yang sudah jelas tergambarkan langsung dalam cerita pengutusan para Rosul sebelumnya. Akan tetapi jikalau terdapat penentangan dan telaah untuk perjalananya, niscaya “Dengan Senyum Yang tak Bernafsu Amarah“ tubuh sang penentang yang dihadapannya akan hancur lebur seketika, fakta baginya akan menjadi wujud nyata dengan sekali pejaman kelopak matanya, dengan ilmu macam apa mencoba untuk membentengi perjalanannya niscaya akan pupus mengkerut dihadapannya. Inilah gambaran kecil akan turunnya Paduka Yang Mulia yang tubuhnya sekeras baja dan hati nuraninya lembut seperti sutra, pahamilah gambaran-gambaran akan turunnya Utusan yang timbul dari tanah Atlantik yang sejak ratusan ribuan tahun lamanya sudah terminiskripkan kemunculannya. Oleh Alloh Tuhan Semesta Alam diberikan kesaktian yang tiada banding, dan diberikan kekayaan harta dunia yang bagaikan sampah, dan ucapannya dituruti oleh seluruh jagat alam semesta ini. Hanya restu dari Allohlah yang terpegang teguh atas perjalanannya menyambangi waktu memberikan penjelasan kebenaran yang sejati, dan hanya dari jagat alam semesta inilah beliau ingin diyakini dan dipercayai untuk membawa berita, bukan dari manusia yang akhirnya kosong memikul pertanggung jawaban yang besar memutar balikkan fakta meberikan gambaran fana berdalih penumbuh rasa iman dan taqwa yang pada akhirnya mati meninggalkan nama tanpa makna dan arti mentah diserap kolbu cahaya kehidupan.
Keterangan yang diturunkan oleh Alloh untuk membenarkan segala ciptaanNya adalah cahaya petunjuk yang terang bagi jiwa kita kelak agar dapat dengan sempurna kembali kepadaNya. Bertahap diberikanNya untuk bangsa yang tak mengenal tata cara kehidupan, perlahan menurunkan cahaya kebenaran jiwa atas dasar kehidupan, satu persatu kitab penerang diturunkan agar mengubah tata cara hina menjadi kemanusiawian yang langsung digelarnya oleh kitab wujud yang terang akan penjelasan nama-namaNya, ketahuilah hening dalam rasa mewujud menjadi cipta hadirkan namaNya dalam wujud yang nyata maka rasakanlah getaran dasyat kehadiranNya dalam jagat kecil ini, dan seketika raga ini akan menyusut mengecil bagai debu yang mudah tertiup angin. Hembusan nafas yang terbuai memiliki satu raga dan satu jiwa adakah rasa menuju keheningan yang dapat menyatukan keduanya menjadi satu, sedangkan yang pada takdir penciptaanNya jiwa raga ini hanyalah satu. Inilah cermin untuk manusia yang merasa bahwa pengajaran paling terang akan kebenaran, yang berasal dari Rosulnya sampai kepada nenek moyangnya barulah kepadanya. Tegakkan sifat yang berbudi pekerti luhur sebagai penumbuh rasa cinta kasih terhadap sesamanya, karena inilah langkah yang nyata untuk kita menemukan jalan yang terang.
Lebih lengkap simaklah
http://poerwonjoto.wordpress.comRahayu..Tahayu..
Senopati Timur/KJ